Idul Fitri Keluarga Rasul

PADA saat malam Takbiran, Ali ibn Abi Thalib terlihat sibuk membagi-bagikan gandum dan kurma. Bersama istrinya, Sayyidah Fathimah az-Zahra, Ali menyiapkan tiga karung gandum dan dua karung kurma. Terihat, Sayyidina Ali memanggul gandum, sementara istrinya Fathimah menuntun Hasan dan Husein. Mereka sekeluarga mendatangi kaum fakir miskin untuk disantuni. Continue reading “Idul Fitri Keluarga Rasul”

Hutang Numpuk Lunas dengan Shalawat

Kisah ini merupakan penggalan ceramah Syeikh Husna Syarif, ulama besar di Mesir.

Ada seorang yang terbelit hutang, hidup dalam tumpukan hutang di tengah kubangan kemiskinan. Dia dulunya kaya raya, lalu jatuh bangkrut, sehingga mempunyai hutang yang teramat besar. Setiap hari, rumahnya penuh orang yang menagih hutang,hingga pada suatu hari ia pergi ke tempat salah seorang saudagar kaya. Sudah bukan cerita baru, kedatangannya untuk meminjam uang pula. Ia meminjam uang sebanyak 500 dinar. Saking terkenalnya orang ini banyak hutang sampai-sampai saudagar ini bertanya: “kira-kira kapan anda akan melunasi pinjaman ini?”

Continue reading “Hutang Numpuk Lunas dengan Shalawat”

Majelis ke 1 JANGAN BERPALING DARI ALLAH

Pengajian Syeikh Abdul Qadir al-Jilany

(Hari Ahad Pagi tanggal 3 Syawal tahun 545 H)

Di Pesantrennya.

Berpaling dari Allah Azza wa Jalla ketika ketentuan TakdirNya turun, berarti pertanda matinya Agama, matinya Tauhid, matinya Tawakkal dan matinya ke-Ikhlasan. Sedangkan qalbu orang-orang mukmin tidak tahu, kenapa dan bagaimana sampai tidak tahu. Bahkan mengatakan, “Ya” (atas tindakan menyimpang itu, pen).

Continue reading “Majelis ke 1 JANGAN BERPALING DARI ALLAH”

Muqoddimah

Bismillahir-Rohmaanir-Rohiim

Wahai Allah, Wahai Dzat yang mengetahui kelemahanku dari pemujian-Nya, daku mohon kepada-Mu kesempurnaan memuji-Mu yang telah dibukakannya dari hakikat Asma dan Sifat-Mu, dan ketampanan Dzat-Mu yang Mahalembut, maka ma’rifat Engkau kenalkan melalui kesempurnaan-Mu yang lembut, dan ketika itu Engkau ilhamkan kepadanya dari sesuatu yang dipujikan kepada-Mu yang tidak diilhamkan oleh lainnya, seperti apa yang akan diilhamkannya di hari penampakkan secara berlipat ganda. Maka kesendiriannya yang menyempurnakan di sana tampak akan memperjelas solawat dan salamnya, yaitu solawat dan salam yang sama bertemu dengan kesempurnaan-Mu yanng amat suci, melebihi keberadaan jiwa, dan akan memakaikan sesuatu yang disampaikan oleh-Nya; dari kemuliaan solawat dan salam-Mu meliputi perwujudan ma’nawi (yang tidak bisa diraba), berserta sesuatu yang bergantung dengan keduanya dari kealaman makhluq dan perintah. Sehingga Engkau tidak meninggalkan wahai Tuhanku, seseorang pun dari jajaran para Nabi-Mu, para Malaikat-Mu dan orang-orang shalih hamba-Mu, kecuali telah dikenakan selimut dengan keutamaan dan keagungan itu.

Continue reading “Muqoddimah”

Pendahuluan

Ketika hati diselimuti kegelapan, hanya ‘percikan cahaya Ilahi’ sajalah yang meneranginya. Ketika mata-hati telah dibutakan oleh nafsu dan hasrat telah menguasai jiwa, tak ada lagi yang bisa ditunggu selain kehancuran. Hati hanya bisa dibersihkan dengan cahaya tauhid. Jiwa akan merdeka bila selalu mengesakan Allah. Jika hati telah menjadi suci dan jiwa terbebaskan, maka keduanya akan terbang menuju ke haribaan Allah dan siap memperoleh kemenangan dari Ilahi (al-Fath ar-Rabbani) dan limpahan cahaya dari Tuhan yang Maha Pengasih (al-Faidh ar-Rahmani)

Continue reading “Pendahuluan”

Mati Sebelum Mati

Syekh Abdul Qadir Al-Jailani mengatakan, “Wahai hamba Allah, sadarilah bahwa engkau hanya sebatas diberi harapan. Maka, jauhilah segala sesuatu selain Allah Azza wa Jalla dengan kalbumu sehingga engkau dapat dekat kepada-Nya. Matilah engkau sebelum mati. Matilah engkau dari dirimu dan makhluk. Sungguh telah diangkat berbagai hijab dari dirimu dan Allah Azza wa Jalla.”
Continue reading “Mati Sebelum Mati”