Skip to Menu Skip to Content Skip to Footer

Tuesday, Oct 07th

Toogle Panel

Kompos - 1 - Humus Sebagai Teladan Sumber Bahan Organik

Attention, open in a new window. PDFPrintE-mail

 

Teknologi Kompos oleh Dardjat Kardin

1. Humus Sebagai Teladan Sumber Bahan Organik

Humus dikenal sebagai sisa-sisa tumbuhan dan khewan yang mengalami perombakan oleh organisme dalam tanah, berada dalam keadaan stabil, berwarna coklat kehitaman.

Batasan pengertian mengenai humus ini bisa saja berbeda sesuai dengan tingkat penelitian dan kecermatan pengamatan dari pembuat batasan pengertian itu sendiri.
Sementara itu ada juga yang memberikan batasan pengertian lain yaitu humus adalah bahan organik yang terdiri dari bahan organik bukan humus dan bahan-bahan humus yang dibagi lagi menjadi Humin, Fulfic Acid dan Asam Humus.

 


Hal terpenting dari proses pembentukan humus ini adalah bahwa dalam proses pembentukannya, ada kaitan yang sangat erat antara unsur Carbon (C) dan Nitrogen (N).
Pokok permasalahannya justru terletak pada kenyataan bahwa dalam proses dekomposisi bahan organik oleh jasad-jasad mikro, disamping karbohidrat yang dijadikan sebagai sumber energi dan pertumbuhan mikroba, ternyata juga dibutuhkan N dan P. Bahan-bahan yang terakhir ini diasimilir menjadi bahan tubuhnya. Dengan jalan ini protein tumbuhan dialihkan menjadi protein mikroba.
Perbandingan dari C/N humus dapat diperhitungkan dari berbagai senyawa yang menyusun humus. Humus tanah rata-rata mengandung bahan-bahan sebagai berikut :

 

Bahan

Komposisi

Kandungan C

Lignin

45%

28.80%

Protein

35%

17.50%

Karbohidrat

11%

4.84%

Lemak, Damar dan Lilin

3%

2.10%

Tidak diketahui

6%

3.00%

TOTAL

100%

56.24%

Total kandungan karbon dalam humus adalah 56.24 persen. Sementara itu Kadar N dalam protein adalah 16 persen, sedangkan humus mengandung 35 persen protein, jadi kadar N dalam humus adalah 35 x 0.16 = 5.6 persen.

Oleh karena itu hasil bagi C/N rata-rata adalah 56.24 / 5.6 = 10.04 persen. Hubungan C dan N ini di dalam humus berada dalam keadaan hampir konstan, berada pada nilai antara 10 sampai 12.
Oleh karena itulah nilai C/N ratio 10 - 12 ini dapat dianggap sebagai acuan dalam pembuatan kompos. Dari hasil penelitian dan uji coba pembuatan kompos, telah diketahui bahwa untuk mendapatkan C/N ratio 10 – 12, maka diperlukan campuran bahan baku dengan C/N ratio 30.
Permasalahannya adalah bagaimana membuat formula agar dengan mencampurkan berbagai jenis bahan-bahan baku kompos sedemikian rupa sehingga diperoleh nilai C/N ratio bahan baku dengan 30. Faktor-faktor apa saja yang harus diperhitungkan untuk memperoleh C/N ratio bahan baku sebesar 30 tersebut.

 

You are reading Article articles

Ice Accordion

  • Laksita Jati+

    Amratelakaken lampah pangluluhaning raga supados yen kita pejah, badan kita wadhag saged nunggil kaliyan badan kita ingkang alus, kasebut badan rohani utawi badan suksma. Menggah janjinipun, badhan wadhag lan alus punika boten kenging pisah, sangkan paranipun anunggil kahanan jati.

  • Serat Sabda Jati+

    Megatruh
    Hawyat pegat ngudiya RONGing budyayu
    MarGAne suka basuki
    Dimen luWAR kang kinayun
    Kalising panggawe SIsip
    Ingkang TAberi prihatos
  • Wirid Wirayat Jati+

    Anênggih punika pituduh ingkang sanyata, anggêlarakên dunung lan pangkating kawruh kasampurnan, winiwih saking pamêjangipun para wicaksana ing Nungsa Jawi, karsa ambuka pitêdah kasajatining kawruh kasampurnan, tutuladhan saking Kitab Tasawuf, panggêlaring wêjangan wau thukul saking kawêningan raosing panggalih, inggih cipta sasmitaning Pangeran, rinilan ambuka wêdharing pangandikaning Pangeran dhatêng Nabi. Musa, Kalamolah, ingkang suraosipun makatên: Ing sabênêr-bênêre manungsa iku kanyatahaning Pangeran, lan Pangeran iku mung sawiji.

  • Sastra Jendra Hayuningrat+

    SASTRA JENDRA HAYUNINGRAT

    Uraian singkat tentang Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu ini berdasarkan Buku Tripama Watak Satrio dan Sastra Jendra karya Ir. Sri Mulyono.

    Secara harfiah Sastra Jendra berasal dari kata sastra yang berarti tulis, ilmu atau kitab. Sedangkan jendra berarti milik raja atau Gusti Hayuningrat berarti keselamatan umat dan dunia semesta. Sastra jendra dalam dunia pewayangan dikenal diajarkan oleh begawan Wisrawa dan juga diajarkan oleh Bima dalam lakon Bima Suci atau Nawaruci atau Sena Rodra juga dikenal dengan lakon Bima Paksa.

TimeZoneClock

ultiCounter

left until the event